Tudung Melah Vs Cerigala

Filed under: Uncategorized — ummu-gaza at 10:48 pm on Wednesday, October 29, 2008

TudungMelah sedang bermain dengan sahabatnya Chibi Maruko Chan. Mereka berdua tertawa, riang gembira. Namun shutsss!!! TudungMelah melihat ada cerigala berjacket hitam berkeliaran… aghhh lari… tapi chibi tak mengizinkan TudungMelah lari karena akan kelihatan mencolok dan menarik perhatian cerigala. Akhirnya, TudungMelah dan chibi Maruko Chan mengendap-ngendap agar tak terlihat Cerigala. Alhamdulillah Cerigala tak melihat TudungMelah…

Saya tak pernah setakut ini menghadapi seseorang, entahlah apa yang saya takutkan dari sosok yang saya temui jum’at 241008 soredi deretan queen prapto. Saya sedang shopping mempersiapkan souvenir pembicara dan konsumsi untuk acara esok harinya. dan tinggal kertas kado yang belum saya dapatkan. Biasanya saya membeli kertas kado itu di toko Media. Sepanjang deretan prapto itu, saya melihat kiri-kanan emperan, dari jualan bajakan cd/dvd, majalah, souvenir tabot, mamang tukang parkir dll. Tiba-tiba saya melihat sosok itu, besar, seraam, sedang mengeluarkan kendaraannya dari lingkaran parkir. Tiba-tiba rasa takut itu muncul, membuat saya beristighfar berulang-ulang, ingin berlari agar tak terlihat olehnya.

Demi Allah saya begitu ketakutan, pucat pasi, bahkan teman saya chibi keheranan. Saya ingin segera berlari pulang setelah membeli kertas kado. Sampai di rumah, rasa takut itu belum menghilang. Lalu saya berlari sujud di pangkuan Sang Ilahi agar mendamaikan hati. Menangis sesegukan, dan saya lanjutkan dengan berlembar tilawah. Alhamdulillah rasa takut itu terusir perlahan-lahan…

Wahai Allah, entah rasa takut apa yang menghampiri kala itu. Mungkin rasa takut yang dirasakan Tudung Merah ketika berhadapan dengan serigala.. yah saya takut itu. Mungkin karena saya juga tidak siap bertemu, atau saya takut dia merusak suasana hatisaya. Seperti Cerigala merusak suasana hati Tudung Merah…

Ya Allah

Tidak boleh lagi ada yang merusak suasana hatikuw

Tidak kau, juga kau, dan kau

Biarkan Tudung Melah bahagia, selamanya, dan Tudung Melah akan tetap merasa aman selama perjalanan menuju rumah neneknya karena Tudung Melah punya Sang Penjaga: Allah… Luv u Allah, selamatkan selamatkan aku… amin.

Karena Ku Meragu Pada Dirimu

Filed under: Uncategorized — ummu-gaza at 10:22 pm on Wednesday, October 29, 2008

Entah apa yang saya ragukan pada teman saya ini padahal saya yakin dia tak pernah berdusta. Tetapi tetap saja ragu itu selalu ada. Pada suatu kesempatan, spontan saya ambil kesempatan itu untuk mengungkapan keraguan yang saya rasakan selama ini.

“ay ay tulah orang ni sering kali tipu awak dengan pure-pure tak tahu ape yang macam-macam awak ceritekan. Padahal lah tahu dulu kali khan” itu protes saya. Sengaja dibuat versi upin & ipin biar terkesan santun.

“di bagian mana yang bohongnya? Dak boleh nuduh orang sembarangan…” balasnya. Mungkin sedikit kesal

“iya, pernah. Waktu awak cerite dulu pure-pure tak tahu eh ternyata kate teman saye situ lah tahu ceritenye. U make me shy… hikz hikz” saya menjelaskan perkaranya. Saya ragu dengan sikapnya yang pura-pura tak tahu apa-apa padahal dia sudah tahu sebelum saya menceritakan banyak hal. Saya merasa malu karena menceritakan hal-hal yang dia sudah tahu..

“yee yang itu, itu khansetelah kau cerita waktu itu” katanya ringan. Kayaknya sudah reda marahnya seketika.

Saya yang bertambah malu karena sudah berprasangka yang tidak-tidak, saya meragukan apa-apa yang ia katakan. I’am promise, Takkan meragu pada dirimu… =) maafkan maafkan

Apa yang paling saya takutkan???

Filed under: Uncategorized — ummu-gaza at 9:23 pm on Wednesday, October 29, 2008

Apa yang paling aku takutkan???

“Slache yang berani” itu salah satu judul dalam buku fulfilling life karya Parlindungan Marpaung. Di ujung cerita “slache yang berani”, si penulis menuliskan 15 jenis ketakutan yang dihadapi manusia (diurutkan berdasarkan tingkat yang paling ditakuti):

  1. Takut berbicara di depan umum
  2. Takut menghadapi masalah keuangan
  3. Takut hari tua dan menjadi tua
  4. Takut sakit
  5. Takut teman hidup
  6. Takut mati
  7. Takut serangga
  8. Takut sendirian
  9. Takut kerusuhan
  10. Takut ketinggian
  11. Takut air yang dalam
  12. Takut anjing
  13. Takut gelap
  14. Tekut elevator
  15. Takut escalator

Hmmm… saya jadi berpikir apa yang sebenarnya yang paling saya takuti di dunia ini? saya ragu tapi saya ingin bilang kalo saya takut…

SAYA TAKUT KEHILANGAN APA-APA YANG SAYA CINTAI…

Bukankah hal ini lah yang membuat saya terjatuh begitu dalam di kubangan masa silam? Bukankah berbulan-bulan saya menghindari aktifitas kampus ketika mama kecelakaan beberapa bulan yang lalu?

Bukankah bertahun-tahun saya patah arang ketika mimpi, harapan dan cita-cita kandas di tengah jalan?

Bukankah berhari-hari saya panas dingin ketika tak berhasil mendapatkan apa yang saya inginkan?

Bukankah saya susah makan, tidur, belajar ketika sms saya untuk orang-orang saya cintai tak terbalaskan?

Bukankah saya memilih untuk tinggal dirumah ketika semua-semua menginginkan pertemuan…?

Itu karena saya takut mengulangi masa itu masa-masa ditinggalkan dan meninggalkan apa-apa yang saya cintai… takut kehilangan apa-apa yang saya cintai.

Karena rasa takut itu, saya tidak akan marah ketika orang-orang yang saya cintai melukai saya dengan kata, tindakan, cacian, kekecewaan..

Karena rasa takut itu, saya memilih dan memilah siapa-siapa saja yang ingin temani

Karena rasa takut itu, saya tak berani mengungkapkan kebahagian yang ingin saya raih bersama

Karena rasa takut itu, saya takut membenarkan kekeliruan orang-orang yang saya cintai

Karena rasa takut itu, saya takut bermimpi terlalu tinggi

Karena rasa takut itu, saya memilih untuk menerima apa yang telah Allah takdirkan untuk saya jalani di dunia ini…

Namun yang paling saya takuti adalah ketika Allah-lah yang akan meninggalkan saya sendiri di dunia ini…

ustadzah Yetty… ish ish ish

Filed under: Uncategorized — ummu-gaza at 1:02 am on Friday, October 24, 2008

“Udah berapa tahun tarbiyah?” itu pertanyaan yang mengawali interview test aspri (asisten praktikum) saya dengan uni Devi.

“udah…” saya berhenti sejenak, dan mulai menghitung dengan jari-jari tangan.

“1..2… hmmm 7 tahun mbak eh ni” jawab saya kalem

“waduh, udah pantes jadi ustadzah donk” kata uni Devi lagi

Saya hanya bisa senyam-senyum, cengar-cengir hehe

Usai wawancara itu, saya jadi kepikiran terus tentang kondisi tarbiyah saya selama tujuh tahun ini. Betul, 7 tahun bukan waktu yang sebentar untuk berkecimpung dalam dunia tarbiyah. Di satu sisi ada rasa syukur begitu dalam jika mengingat 7 tahun sudah saya berada di dunia tarbiyah. Namun, di sisi lain begitu banyak pertanyaan yang mendera jiwa…

Tujuh tahun tarbiyah seharusnya sudah punya binaan

Tujuh tahun tarbiyah seharusnya berkripadian seorang ustadzah

Tujuh tahun tarbiyah seharusnya hafalan kian banyak

Tujuh tahun tarbiyah seharusnya menjadi kader unggulan

Tujuh tahun tarbiyah seharusnya paham dan bergerak untuk kepentingan umat, da’wah

Tujuh tahun tarbiyah seharusnya ketsiqohan dalam beramal jama’i meningkat

Tujuh tahun tarbiyah apa yang telah diperbuat?

Tujuh tahun tarbiyah apa yang didapat?

Tujuh tahun tarbiyah…

Saya tak mampu menjawabnya, tujuh tahun tarbiyah adalah keselamatan. Tujuh tahun tarbiyah adalah rahmat, adalah damai, adalah harapan, adalah persaudaraan, adalah keinginan untuk bersama para mukmin dan mukminin. Akankah diri pantas disebut ustadzah??? Ustadzah Yetty, ish ish ish…

Dua Cukup!!!

Filed under: Uncategorized — ummu-gaza at 12:56 am on Friday, October 24, 2008

Aduh aduh, buat para calon bapak and calon ibuk tolong postingan kali ini dibaca baek-baek.

Ngerasa nggak sih sebelnya jadi anak yang terabaikan? Ini saya banget, kalo boleh milih saya nggak mau jadi anak tengah. Saya mau jadi anak bungsu yang selalu dimanja, mau jadi anak pertama yang selalu diperhatikan. Tapi kenyataannya ku bukan siapa-siapa, eh mufmalah nyanyi.

Kenapa sih orangtua perhatian banget sama anak pertamanya? Kenapa juga begitu memanjakan anak bungsunya? Atau ini hanya perasaan saya saja sebagai anak tengah? Tapi menurut buku yang pernah saya baca, anak tengah cenderung gampang cemburu dengan perhatian orangtua kepada kakak atau adiknya. Anak tengah cenderung suka menarik perhatian orangtuanya dengan kenakalan, keusilan yang ia buat. Anak tengah juga periang, disenangi dan punya banyak teman sebagai bentuk kompensasi kasih sayang yang tidak didapatkannya dari rumah. Aduh aduh, saya banget atuh.

Pernah sampe sebelnya saya mau di dunia ini nggak ada anak tengah. Pengennya punya anak dua, cukup. Biar nggak ada namanya anak tengah, biar proporsional membagi kasih sayang sama anak-anak. Tapi nggak jadi deh, coz punya anak tengah itu oke (bukan karena saya anak tengah loh). Punya anak tengah itu berarti saya akan belajar membujuk anak tengah saya ketika mulai merajuk. Berarti saya akan melihat tingkah aneh anak tengah saya ketika mencuri perhatian saya sebagai ibunya. Berarti rumah saya akan ramai dengan celoteh riang sang anak tengah. Bisa jadi juga anak tengah saya akan mengajak teman-temannya bermain di rumah…

Dua Cukup?? Kayaknya nggak deh.. hehe

YM quww

Filed under: Uncategorized — ummu-gaza at 12:48 am on Friday, October 24, 2008

Ini aneh, saya akan mengaktifkan account yahoo messenger tiap kali mulai menjelajahi dunia maya padahal saya tak suka chatting kecuali dengan teman-teman yang sudah saya invite di YM. Bahkan saya tak berminat untuk bergabung di chat room’s. entahlah…

Tapi baru saya sadari bahwa YM adalah sebuah signal yang menunjukkan keberadaan saya di dunia maya. Menunjukkan keberadaan teman-teman yang ternyata juga sedang online di dunia maya. Bukankah ini menarik? Bahkan sebatas tahu bahwa mereka berada di dunia yang sama (dunmay) sudah membuat saya berbuncah bahagia. Apalagi mereka menyapa saya di YM? Mungkin berlipat-lipat kebahagiaan yang saya rasakan. Dan puncak kebahagian adalah ketika benar-benar bertemu di dunia sesungguhnya, bercerita sungguhan walau sesaat. Setidaknya dengan YM jarak itu semakin tipis saja, saya akan merasa dekat walau berribu mil terpisah jarak, walau terpisah daratan oleh lautan, walau bumi tak ingin berbagi tempat untuk sebuah pertemuan… hehe

Jika bumi tak ingin berbagi tempat untuk pertemuan… berharap syurga adalah pinta tuk bertemu di sana. Amin Insya Allah

Sai Anju Ma Au

Filed under: Uncategorized — ummu-gaza at 12:45 am on Friday, October 24, 2008

Aha do Alana, dio da bocirna hasian

Umbaean sae muruk ho tu au ito

sipata mekkel soada hasian

Di bahen ho mama marsak au

Molo hu rimangi, pembahenan mi na tu au

Umbaen sae muruk ho tu au ito

di bahen ho marsak au

Reff..

Molo ado nang sala, manang na hurang pembahenan hi

Sai anju ma au, sai anju ma au ito hasian

Sai anju ma au, sai anju ma au ito na lagu

-The favorite song from North Sumatera-

Awalnya lagu ini sering kudengar di angkot menuju kampus. Lagu yang dalem walaupun tak mengerti apa artinya. Inilah hebatnya, i feel something without me must understand what I touch, I hear, I look. Oho oho… really, I am not lie..

Dan akhirnya, while I kuliah kerja nyata I meet the girl from sumatera utara. Juniarti saragih, yeah saragih marganya. Her like sing a song, hmm make me merinding. Her have a high power if start sing a song. I ask her: what’s mean of the songsai anju ma au?

The fact, this song tell story bout someone who “merujak eh merajuk”.

Bukankah ini lagu yang indah?? I will singing the song to someone if I little angry with person. Sorry, sai anju ma au sai anju ma au ito hasian

Sai anju ma au sai anju ma au ito na lagu

Karena Kau, Aku… Begitu… Amiin

Filed under: Uncategorized — ummu-gaza at 12:01 am on Friday, October 24, 2008

“Duhh, yang baru pulang KKN” usil tetanggaku

“he” sahutku sambil mesem-mesem

“KP (Kerja Praktek) udah juga khan?”

“udah”

“tinggal skripsi lagi berarti”

“bla…”

“bla…”

“bla…”

Ini pertanyaan-pertanyaan yang sempat bikin senewen, nggak di rumah nggak di kampus pada nanya kapan skripsi (padahal bukan skripsi namanya tapi TA: tugas akhir)… ish ish ish.

Petang menjelang buka in Ramadhan, saya sempatkan bersilaturahim via sms dengan teman lama yang bertahun-tahun tak bertemu. Maksud hati I want to share, bercerita tentang apa saja agar mengusir sedikit kelabu di hati. Tapi… bacalah penggalan balasan smsnya:

“yetty, do’akan ambo seminar proposal bulan oktober dan seminar hasil bulan November”

Dash… kelabu di hati kian menggumpal hitam. Astaghfirullah… Subhanallah… Alhamdulillah… campur aduk perasaan saya kala itu antara senang, sedih, cemburu. Senang mendengar berita gembira itu, sedih karena TA saya tak semulus dia, cemburu coz Allah tak memudahkan TA saya seperti teman saya. Astaghfirullah…

Kepala saya pusing, panas dingin, demam mendadak… jealous ceritanya nih. Sampe mama khawatir, n ayah maksain minum procold. Dengan kepala yang berat, tertatih saya bawa berdiri, bersimpuh pada sang pengijabah do’a. Saya berdo’a di malam itu seikhlas-ikhlasnya, memanjatkan titipan do’a itu. Meminta ampun pada- Nya atas rasa cemburu yang mendera. Mungkin karena ramadhan, ketika permohonan-permohonan diperkenankan, ketika kesalahan-kesalahan dimaafkan, ketika pintu hidayah terbuka lebar dan mengingatkan diri bahwa tak pantas cemburu itu ada. Perlahan sesak cemburu itu hilang berganti kebahagian, dan perasaan malu menghampiri. Malu atas rasa cemburu itu, maafkan maafkan. Sebagai kompensasinya, malam itu dan hari-hari berikutnya saya panjatkan titipan do’a itu dengan penuh harap seakan itu adalah permohonan saya.

Hari jum’at pagi 09.30 WIB

“kamu semester berapa?” Tanya pak Rusdi Dosen TI di Fakultas saya

“semester 7 pak”

“sudah punya masalah untuk TA” tanyanya lagi

Pertanyaan ini lagi pikir saya

“hmm… dalam proses pemikiran pak” jawab saya sekenanya

“sudah baca pengumuman di papan prodi”

“belum”

“saya menawarkan dua judul untuk mahasiswa TI semester 7, kalo kamu mau?”

“tentang apa pak?” sahut saya cepat

“pembuatan aplikasi berbasis animasi blab la bla”

Begitu rinci penjelasannya

“Insya Allah saya bersedia pak” jawab saya disertai anggukan yang memantapkan hati saya untuk menerima tawaran dari Pak Rusdi.

Subhanallah, saya dapatkan masalah itu. Artinya saya bisa memulai TA semester ini. Saya jadi teringat sebuah hadits yang pernah saya baca, bunyinya seperti ini:

“sesungguhnya do’a seorang muslim bagi saudaranya di tempat yang berjauhan dikabulkan. Pada kepalanya terdapat malaikat yang di utus, setiap kali dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat itu berucap ‘amin’ dan bagimu seperti itu.” (HR. Muslim)

Mungkinkah malaikat telah berucap ‘amin’? subhanallah…

Betapa luas lautan rahmat-Mu…

Tak pantas cemburu itu Tuhan

Bahkan kau membalas cemburuku dengan rayu-Mu

Dan padamu teman, saling do’akan selalu

Karena Kau, Aku… Begitu… Amin

Revo U’r Style

Filed under: Uncategorized — ummu-gaza at 11:58 pm on Thursday, October 23, 2008

“motor nganggur tapi nggak dipake…”

“masa harus ayah ngantarin terus…”

“udah dibeliin motor tapi nggak belajar makenya…”

“bla bla bla”

Aduh aduh, gawatz!!! Mama & Ayah saya super cerewet nasehatin saya biar cepat lancar mengendarai Revo hadiah wisuda mysister. Huhh, seubel… bukannya saya males belajar naik motor tapi takuuuuuuut. Nggak tahu takut apa, tapi takut aja. Untuk saya, belajar mengendarai motor seharusnya tidak sulit, itu karena sedari kecil saya mahir bersepeda. Lagian dua tahun lalu saya pernah bisa naik motor, tapi pernah jatuh. Jadi takut…

Selain itu untuk saya, belajar mengendarai motor itu berarti harus kehilangan moment boncengan bersama ayah. moment itu adalah waktu untuk saya bernyanyi riang di pagi hari, bernyanyi sepuas hati tanpa diusili ayah. moment itu adalah barometer cinta ayah ketika kaki enggan melangkah ke kampus tercinta. Oh, tidak!!!

Belajar mengendarai motor berarti saya harus siap kehilangan waktu untuk berjalan, siap untuk menyimpan berpuluh pon berat badan. Selain itu saya harus kehilangan waktu membaca al-ma’tsurat sepanjang jalan kampus. Oh, tidak!!! Alas an ajah hehe…

Tapi bukankah sesuatu diciptakan bersisian? Bukankah dengan bisa mengendarai motor itu berarti saya tidak merepotkan ayah untuk mengantar ke kampus. Dengan begitu ayah bisa istirahat. Tapi bagaimana dengan nyanyian pagi-ku untuk ayah?? ahha, bukannya aku selalu menyanyi di rumah. Bethul bethul bethul… lalu bagaimana dengan puluhan pon lemak yang biasanya terbakar ketika berjalan kaki?? Aha, mungkin itu jadi motivasi untuk rutin riyadho di awal pagi. Satu lagi, bagaimana dengan dzikir al-ma’tsuratkuw?? Aha, perbaiki manajemen waktu solusinya..

Sepertinya belajar mengendarai motor pilihan yang oke juga untuk dicoba. Semoga lancar deh. Aminn.. hmm, mari revolution ur style =)

Belajar naik motor yukz…

Konsep Jodoh

Filed under: Uncategorized — ummu-gaza at 11:54 pm on Thursday, October 23, 2008

Aduh-aduh bahasan tentang nikah, jodoh akhir-akhir ini makin kenceng aja didengar di kuping. Apa karena udah semester 7? Atau udah kepengen tapi jodoh nya yang belom ada? Aduh-aduh… hehe

Saya jadi kepengen nulis sesuatu berbau jodoh-jodohan walau belum ada pengalaman bout it. Hmm, menurut analisis saya konsep jodoh itu begini:

  1. Kalo jodoh kagak kemana buk..

Bethul lho, kalo jodoh kagak kemana-mana. Mau nggak pernah ketemu lah, mau yang cewek di sini yang cowok di sana. Yang ini saya ngalamin sendiri. Suatu petang di bulan ramadhan yang lalu (sedikit serius nih) saya janjian sama temen berangkat bareng ke masjid kampus.

“jam 15.45 kita ketemuan di simpang jam yah” gitu kesepakatannya

Eh… ada sms masuk ke hp saya

“yet, duluan aja. Kayaknya nggak bisa bareng coz motor bla bla..”

Yasud, pikir saya.

Di angkot menuju masjid, saya satu-satunya penumpang. Sepi uy, mungkin udah mau buka jadi kagak ada yang berpergian. Sampe di persimpangan SPBU UNIB eh ada akhwat yang nyetopin angkot yang saya tumpangi. Alhamdulillah, ada temen di angkot. Setelah angkot berhenti di depan itu akhwat, dan akhwatnya naik mencari posisi duduk di angkot… wakakak. Tahu nggak?? Ternyata tuh akhwat temen saya yang tadinya batal janjian berangkat bareng. Aduh aduh… bener khan, kalo jodoh kagak kemana. So, nyantai buk. ehehe

  1. Nggak dinyana (disangka-sangka)

Ini konsep jodoh kedua, kadang-kadang jodoh itu ternyata orangnya yang nggak disangka-sangka.. hmm seperti kak Hendy ma Ceti, alumni Al-Ash’r bohw. Saya kirain k’hendy bakal nikah ma akhwat yang Gimana Gitu lho. Eh, ternyata ma akhwat Gitu Gimana.. hehe. Peace =). Barokallah Kak Hendy dan Adek Ceti, moga jadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.. selain itu, jalan sampenya jodoh itu macem-macem. Bisa ketemu jodoh di angkot seperti teteh Yuli, bisa lewat chatting, bisa ketemu di kantor pos seperti tante Heni yang ketemu kak Rendra pegawai Bank Muamalat… seperti saya sekelompok KKN sama mantan tetangga waktu kita kecil dulu hehe (yang ini bukan jodoh buat nikah. Tapi jodoh karena ketemuan lagi padahal udah lama nggak ketemu)..

  1. Udah ada yang nentuin

Satu lagi yang perlu kite ingat sama-sama, jodoh, maut, balak, n sebagainya itu udah ade yang nentuin. Kite cukup ngejalanin, nerima, ikhtiar, ma do’a. semoga dapet jodoh terbaik yang Allah berikan untuk kite… hohow

Hupff, akhirnya tibalah di ujung cerita. Saya nulis ginian bukan karena tahu, tapi sedikit menuliskan apa yang saya pikirkan ketika semua bercerita, bertanya tentang jodoh. Mudah-mudahan ada bethulnya, n biar semua-semua ama saya sendiri jadi sadar kalo jodoh itu nggak bakal kemana-mana. Jodoh juga datangnya nggak disangka-sangka, bisa datang, bisa nggak, bisa telat, bisa kecepetan sesuai dengan ketentuan yang di atas. Hehe

Next Page »